Depresi pada Lansia

Standard
Depresi pada Lansia
  1. Tidak semua orang yang pergi ke Rumah Sakit Jiwa diasumsikan gangguan jiwa
  2. Lansia depresi karena tidak mampu menerima penurunan fungsi-fungsi tubuhnya
  3. Orang bisa beradaptasi dengan perubahan yang dia alami, tapi sulit kalau sudah lansia
  4. Lansia harus distimulasi kognitifnya karena mudah menurun, berikan stimulasi kognitif yang sesuai kemampuan lansia, contoh :  menyusun gabus, diberi warna dan disusun sampai tinggi; tidak hanya senam-senam saja
  5. Nutrisi harus seimbang, kalau perlu diberikan suplemen
  6. Aktifitas lansia : aerobik ringan, setiap lansia punya kemampuan berbeda, apalagi dengan riwayat masalah gerak di masa lalu
  7. Lansia wajib mengontrol kesehatan, terutama: Tekanan Darah & Gula Darah, mengikuti pengajian (u/ hub. sosial: ketemu sesama lansia)
  8. Baca Koran : Stimulasi kognitif
  9. Lansia yg cepat pulih dari sakit, biasanya tidak berisiko gangguan mental, beda dengan yang sudah mengalami penyakit kronik
  10. Punya hewan peliharaan bagus u/ lansia, mengurangi depresi
  11. Implementasi melibatkan lansia & keluarga
  12. Orang yang tidak menikah cenderung depresi karena kesepian
  13. Orang yang tinggal di kota lebih berisiko depresi di banding di kampung, karena kehidupan yang individual
  14. Orang yang dirawat dalam jangka waktu lama cenderung depresi, begitu juga dengan keterbatan fisik
  15. Pernah kehilangan hal yang berharga berisiko u/ depresi
File
Referensi
  • FKep UNAND 2012. Catatan Kuliah Keperawatan Jiwa. Dosen: Ns. Ira Erwina, S.kep. M. Kep, Sp. Kep. J.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s