Shalat Gerhana

Standard

Bagi anda yang muslim, sudah pernah belum melakukan shalat gerhana? Nah, seumur hidup nih, baru kali ini saya lakukan. Itupun saya baru tau setelah shalat Maghrib di Mushalla dekat rumah, tiba-tiba sang Uztad mengumumkan bahwa malam ini malam yang spesial, tepat di jam 18.58 WIB, kita akan melakukan shalat gerhana. Bukan cuma saya, semua jama’ah bertanya-tanya dan menampakkan wajah penasaran. Shalat gerhana?? Apa itu? Emang ada??
Uztad menjelaskan, shalat gerhana itu hukumnya sunat mu’akat, sama seperti shalat Id, sifatnya sunat yang dimakruhkan (maaf kalau saya kurang pas menyebutnya, maksudnya sunat yang mengarah ke wajib gitu). Beruntung sekali kita bisa bertemu dengan fenomena seperti ini, karena bisa saja kita cuma ketemu sekali ini atau mungkin tidak pernah sama sekali.
Kemudian Uztad menambahkan, Shalat gerhana itu sendiri berawal ketika anak Nabi Muhammad S.A.W bernama Ibrahim wafat bertepatan dengan gerhana bulan. Kemudian nabi mengajak para sahabat untuk melakukan shalat gerhana, bukan untuk memperingati wafatnya anak beliau, melainkan demi mengingat kekuasaan Allah S.W.T atas fenomena yang luar biasa ini. Shalat ini sama dengan shalat sunat secara umum, 2 rakaat. Bedanya, rukuk dimasing-masing rakaat dilakukan 2x dan ayat pada takbir pertama dipanjangkan (dibaca ayat yang lebih panjang). Niatnya “Sengaja aku shalat gerhana bulan 2 rakaat mengikut imam karena Allah S.W.T”. Karena gerhana yang terjadi sekarang adalah gerhana bulan, makanya dalam niat yang disebutkan yaitu gerhana bulan.
Simulasinya begini. Baca niat, takbir, bacaan seperti biasa (shalat pada umumnya) hanya saja dipanjangkan bacaan ayatnya (surat setelah Al-Fatihah), rukuk, takbir, Al-Fatihah+surat (lebih pendek dari takbir pertama), rukuk, setelah ini seperti shalat biasa; demikian juga pada rakaat kedua diulang kembali tata cara shalat seperti rakaat pertama sampai ditutup dengan salam.
Beruntung sekali saya bisa menjadi bagian dari moment ini. Padahal awalnya pengurus mengundang warga untuk wirid remaja yang diadakan setiap bulan, eh ternyata… Alhamdulillah.. Bahkan, seorang ibu-ibu langsung berlari keluar seolah tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan langsung gerhana bulan, dengan nada kecewa si Ibu bilang tidak melihat bulan sama sekali apalagi gerhana. Saya hanya tersenyum lega, karena tadinya memang mau nekad juga menyusul si Ibu melengok keluar, tapi entah kenapa saya malah menyarankan pada diri sendiri untuk sabar dan memilih diam ditempat sembari tetap memfokuskan diri pada apa yang Uztad sampaikan.
Banyak sekali ilmu yang saya dapat malam ini, tidak hanya ilmu agama, tapi juga ilmu alam. Saya serasa kembali ke bangku sekolah. Gerhana bulan?! Hm, saya pernah menyaksikannya sebelumnya. Tapi alangkah kaget juga saya sewaktu Uztad bilang kalau para ahli mengatakan gerhana kali ini spesial, berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, dia sama diseluruh dunia, gerhana bulan total. Ini membuat saya merasa termotivasi, “ntar nyampe rumah searching ahhh…” ๐Ÿ˜€ Uztadnya bagus banget penuturannya, namun jika anda kurang paham dengan apa yang saya sampaikan ulang dengan penuturan ini, mungkin kita bisa sama-sama searching aja ya.. ๐Ÿ˜‰
Uztad juga menyinggung tentang teori Big Bang. Seluruh ahli Fisika diseluruh dunia pernah berkumpul di Italy untuk menyaksikan simulasi dari teori ini. Nah, saya rasa anda juga baru tau nih kalau menurut para ahli matahari itu ada sekitar 250-an banyaknya. Dan ternyata, di luar angkasa sana, terdapat milyaran galaksi!! Namun belum ada yang mampu mengkajinya sampai kesana. “Waaaaah” Saya rasa semua jama’ah berkelik demikian dari raut wajah masing-masing. Bisa dibayangkan, seberapa luas kerajaan Allah.. ๐Ÿ™‚ Uztad sempat membacakan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang tata surya, tapi saya lupa ๐Ÿ˜€ yang saya ingat, salah satu surat yang beliau sampaikan adalah Q.S Al. Isra ๐Ÿ™‚
Subhanallah… saya merasa excited banget ๐Ÿ™‚ Sehabis shalat Isya, sebelum sampai di rumah, saya buru-buru melihat langit, namun sejauh apapun mata saya melanglang buana, tak terlihat adanya bulan di atas sana. “Yaah…” ungkap saya lirih, sama kecewanya dengan Ibu-ibu tadi.. ๐Ÿ˜ฆ
So, yuk kita baca lagi yuk tentang GERHANA BULAN, recalled lagi pelajaran-pelajaran disekolahan dulu, trus update dengan temuan-temuan terbaru dari para ahli ๐Ÿ˜‰ Semoga kita menjadi umat yang bersyukur, karena ingat ucapan Uztad, kita ini hanyalah satu dari milyaran galaksi, bayangkan betapa kecilnya kita ini, hanya sebesar debu. Selain itu, karena masih ada galaksi lain, kita juga tidak tau apakah ada kehidupan lain disana. Jadi, intinya, tidak ada yang perlu kita sombongkan ๐Ÿ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s